SOSIALISASI MERDEKA BELAJAR, PBHN, DAN 8 SNP

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan 5 episode merdeka belajar sehingga perlu adanya sosialisasi pada tingkat sekolah untuk mendapatkan informasi yang lebih menyeluruh. SMPN 3 Krian mengadakan Sosialisasi Merdeka Belajar, PBHN, dan 8 SNP pada hari Sabtu (31/10) yang disampaikan oleh 2 narasumber yakni Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Drs. Ec. Ashrofi, M.M., M.H. dan Pengawas Dikmen Sidoarjo Ibu Suharti, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Bapak Ibu guru dan karyawan SMPN 3 Krian dengan sangat antusias di Ruang Serbaguna SMPN 3 Krian.

Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Heri Wahyu Rejeki, M.Pd. selaku Kepala SMPN 3 Krian yang menjelaskan mengenai Surat Edaran (SE) No. 1 tahun 2020 yang diterbitkan oleh Kemdikbud mengenai Kebijakan Merdeka Belajar dan Penentuan Kelulusan Peserta Didik, mengingat pentingnya sosialisasi ini maka diharapkan Bapak/Ibu mengikutinya dengan seksama. Kegiatan ini juga akan disambung dengan penandatanganan kerja sama persahabatan dengan Sekolah Menengah Kebangsaan Bandar Tasik Kesuma Beranang Selangor Malaysia bersama Kepala Sekolah, Ketua Komite dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo.

Sosialisasi pertama mengenai merdeka belajar disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Drs. Ec. Ashrofi, M.M., M.H. menjelaskan mengenai 5 episode merdeka belajar yakni mengenai merdeka belajar, kampus merdeka, dana BOS, organisasi penggerak, dan guru penggerak. “Peserta didik hendaknya diajak belajar yang menyenangkan, inovatif, dan kreatif di alam bebas, bukan seperti burung di dalam sangkar yang hanya menunggu di beri makan dan minum saja” jelas Pak Ashrofi. Bapak Kepala Dinas juga mendorong bapak ibu guru untuk memiliki Growth Mindset bukan lagi Fixed Mindset sehingga dapat mudah menerima perubahan yang ada dalam dunia pendidikan. “Isok gak isok kudu isok!!!” begitulah jargon yang diberikan Bapak Ashrofi memberi semangat bapak ibu guru.

Sosialisasi selanjutnya mengenai PBHN (Pembelajaran Berbasis Kehidupan Nyata) dan keterlaksanaan 8 SNP (Standar Nasional Pendidikan) disampaikan oleh Ibu Suharti, S.Pd., M.Pd. pengawas pendamping di SMPN 3 Krian. “Belajar dari kehidupan, belajar melalui kehidupan, dan belajar untuk kehidupan” jelas Bu Harti. Pembelajaran hendaknya berhubungan dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga bisa langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 1. Penyerahan Hadiah kepada Bapak Ibu Guru Juara

Lomba Peringatan Bulan Bahasa

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada bapak ibu guru yang menjuarai lomba peringatan bulan bahasa. Lomba peringatan bulan bahasa kategori guru terdiri dari Lomba Mendongeng dan Lomba Best Practice. Lomba Mendongeng kategori guru dinilai oleh Kak Inge Ariani selaku Founder Kumpul Dongeng Surabaya sedangkan Lomba Best Practice dinilai oleh Bu Enny Ambarsari selaku Charted President Rotary Club of Surabaya Persada. Lomba Mendongeng bisa dilihat di IGTV @spentikasda, dengan hasil Juara 1 Pak Mugianto, S.Pd; Juara 2 Bu Wiwik Kusumaningsih, S.Pd; Juara 3 Pak Khudlori, S.S. Juara Lomba Best Practice diraih oleh  Juara 1 Bu Diana Kholidah, S.Pd; Juara 2 Pak Khudlori, S.S; Juara 3 Bu Agustin Rahayu, S.Psi. Semoga dapat memberi contoh dan menstranfer semangat berlomba-lomba dalam kebaikan kepada peserta didik SMPN 3 Krian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *